Marc Marquez, Sang Juara Dunia MotoGP 2016-2017

Tepat tertanggal 12 Juli 2012, Marc Marquez Alenta (Marc Marquez) memutuskan diri untuk naik kasta ke kelas MotoGP. Setelah berkarir selama 2 tahun di Moto2 dan menjadi juara di kelas tersebut pada tahun 2012, ia memutuskan untuk bergabung dengan tim Repsol Honda membersamai Dani Pedrosa yang sebelumnya berpartner dengan Casey Stoner yang memutuskan untuk pensiun dini.

Dikontrak selama 3 tahun oleh tim Repsol Honda, ia pun tidak menyia – nyiakan kesempatan ini. Tak butuh waktu lama untuk pembalap asal Spanyol ini untuk membuktikan dirinya sebagai rider sejati. Buktinya di tahun pertama, ia berhasil menyabet gelar juara MotoGP dengan raihan 334 poin, meninggalkan pembalap senegaranya Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa, rekan satu timnya.

marc marquez - baby alienMendapatkan gelar juara MotoGP 2013, bukanlah hal mudah bagi Baby Alien (julukan Marquez), beberapa rekan seprofesinya memberikan teguran termasuk dari idolanya yaitu Valentino Rossi. The Doctor menegur karena sifat ngototnya dalam musim perdananya, termasuk kasus overtake yang berlebihan di GP Laguna Seca, Amerika pada bulan Juli 2016. Tak tanggung juga, suksesornya Casey Stoner juga memberikan teguran dan cap bahwa Marquez tidak mempunyai rasa hormat kepada seniornya di musim debutnya.

Walaupun hanya berhasil finish di urutan ketiga di seri terakhirnya yaitu GP Valencia, Marc Marquez sukses mendapatkan gelar juara MotoGP 2013 dan mengukuhkan dirinya sebagai pembalap termuda peraih juara MotoGP. Di umurnya yang baru 20 tahun mengalahkan pendahulunya yaitu Fredie Spencer yang menjadi juara dunia pada umur 21 tahun.

Beranjak ke musim selanjutnya, pembalap kelahiran 17 Februari 1963 ini kembali beraksi dengan motonya Honda RC213V, alhasil secara 2 musim berturut – turut, ia berhasil mengukuhkan diri sebagai juara MotoGP 2014. Dengan torehan angka 362 poin ia meninggalkan Valentino Rossi di urutan kedua (295 poin) dan Jorge Lorenzo di urutan ketiga (263 poin). Baby Alien berhasil memenangkan 13 balapan dari 18 seri balapan.

Seri pertama hingga ke–sepuluh di tahun 2014, ia berhasil untuk konsisten finish di urutan pertama. Tetapi tidak untuk seri selanjutnya, seri kesebelas hingga ke–enambelas ia tidak berhasil finish di urutan pertama kecuali seri ke–dua belas di GP Silverstone. Hal ini tak membuat ia gentar dan senantiasa untuk mengevaluasi performanya, alhasil ia berhasil menutup 2 seri balapan terakhir dengan posisi pertama, sehingga inilah yang menambahkan perolehan poin untuk menuju puncak kemenangan MotoGP 2014.

Perhelatan balapan MotoGP 2015 pun digelar, tetapi ini merupakan ujian bagi Marc Marquez. Hasratnya untuk bisa menjadi juara 3 tahun berturut – turut kandas di tahun tersebut. Hal ini disebabkan karena ketidakkonsistenannya dalam berdiri di podium dikarenakan beberapa kali ia gagal finish. Salah satu peristiwa yang terkenal adalah saat ia jatuh setelah bersenggolan dengan Valentino Rossi di GP Argentina dan gagal untuk melanjutkan balapannya dikarenakan beratnya motor yang ia tunggangi, Honda RC213V. Setelah terjatuh, ia tak sanggup untuk mengangkat motornya yang memiliki berat sekitar 158 kg.

Alhasil dengan 6 kali seri yang gagal finish (Argentina, Spanyol, Italia, Inggris & Malaysia) membuat ia hanya bisa berakhir menjadi juara 3 dengan perolehan 242 poin. Jauh di bawah Jorge Lorenzo (330 poin) dan Valentino Rossi (325 poin).

Tahun berikutnya, GP 2016 menjadi comeback seorang Marc Marquez, setelah ia hanya juara 3 pada tahun sebelumnya, tahun ini ia berhasil merebut kembali tahta juara MotoGP. Ia berhasil menjadi juara dengan perolehan 298 poin meninggalkan pesaing lainnya yaitu Valentino Rossi (249 poin) pada urutan kedua dan Jorge Lorenzo (233 poin) pada urutan ketiga.

marc marquez podium motogp 2016

Walaupun menjadi juara, ia terbilang hanya finish di posisi pertama hanya sebanyak 5 kali dan di podium sebanyak 12 kali. Baby Alien dipastikan menjadi juara saat perhelatan MotoGP masih menyisakan 3 balapan. Salah satu penyebab hal ini adalah ‘warna – warninya‘ podium dalam setiap serinya, terkadang ketiga pembalap teratas pun saling silih berganti untuk berdiri di podium. Hal yang mengejutkan pun juga terjadi di seri GP Belanda, pembalap dari tim independen Estrella Galicia dapat finish di posisi pertama. Hal ini juga menunjukkan makin sengitnya kejuaraan balapan motor roda dua bermesin 1000 cc ini.

Perhelatan GP 2017 sudah bergulir, 17 seri balapan sudah digelar termasuk yang terakhir GP Malaysia (29/10). Perolehan sementara Marquez berada di posisi pertama dengan perolehan 282 poin disusul Andrea Dovizioso (261 poin) dan Maverick Vinales (226 poin). Dengan posisi klasemen sementara yang seperti ini maka seri balapan terakhir di GP Valencia akan menjadi penentu siapa pemenang dari GP 2017. Marquez bisa menjadi pemenang cukup dengan hanya dapat finish di posisi ke – 11.

Continue Reading